//
you're reading...
Shirah Nubuah

Pembunuhan Ashma’ binti Marwan

Sebab-sebab Pembunuhan Ashma’ binti Marwan

Ibnu Ishaq berkata, Abdullah bin Al-Haritsa bin Al-Fudhail berkata dari ayahnya, yang berkata, “Ashma’ binti Marwan diperistri salah seorang dari Bani Khathmah bernama Yazid bin Zaid. Ashma’ binti Marwan pernah berkata menghina Islam dan kaum Muslimin,
‘Dengan nama Bani Malik dan An-Nabit
Dengan nama Auf dan Bani Al-Khazraj
Kalian mentaati orang asing dari selain kalian
la juga tidak berasal dari Murad atau Madzhaj
Kalian berharap besar kepadanya setelah terbunuhnya banyak kepala
Sebagaimana diharapkannya minuman yang telah matang
Ingatlah hai orang sombong yang mencari kelengahan
Kemudian ia membunuh harapan.’
Syair Ashma’ binti Marwan di atas dijawab Hassan bin Tsabit Radhiyallahu
Anhu,
‘Bani Wail, Bani Waqif, dan Khathmah
Itu tidak sama dengan Al-Khazraj
Jika kabilah-kabilah tersebut diajak kepada kebodohan
Dengan membawa kematian, maka kabilah-kabilah tersebut berdatangan
Ulah kabilah-kabilah tersebut membangkitkan pemuda terhormat
Yang mulia nasab dan perbuatannya
Kemudian sang pemuda membasahi kabilah-kabilah tersebut dengan
darah yang banyak
Setelah pertengahan malam dan pemuda tersebut tidak menemui
kesulitan.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pem-bunuhan Ashma’ binti Marwan

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’ binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’ Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan. Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.’

Islam Bersinar di Bani Khathmah setelah Terbunuhnya Ashma’ binti Marwan

Sejak hari itulah, Islam menjadi kuat di Bani Khathmah. Tadinya orang yang telah masuk Islam menyembunyikan keislamannya. Orang-orang Bani Khathmah yang masuk Islam sebelum itu ialah Umair bin Adi yang mengaku sebagai qari’, Abdullah bin Aus, Khuzaimah bin Tsabit. Sejak terbunuhnya Ashma’ binti Marwan, orang-orang Bani Khathmah masuk Islam karena mereka mengetahui kekuatan Islam.”

Advertisements

About Muqarrabin al Yamin

a low profile man who are looking for better life for din

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: